HIJRAH
Seribu Empat Ratus Tiga Puluh Satu tahun yang lalu
andai...
dapat ku rasa aroma keihkhlasan mereka
geliat semangat mereka
bulir peluh mereka
tapaki jalan setapak
diringi intaian mata kaum durjana
dilindungi kepak sayap malaikat,
lalui siang yang menantang
dan malam yang mencekam.
andai...
kaki itu adalah kakiku...
berjalan dalam jalan ridhoNYA
menapak kerikil tajam,
turuni lembah, naiki bukit
demi turuti sepotong cahaya dalam dada...
andai ...
mata itu adalah mataku
slalu terjaga, waspada
menantang sorot mata lawan yang menghadang
menangis dalam syahdu kesendrian..
andai...
tubuh itu adalah tubuhku
tahan penat dalam jauhnya perjalanan
tahan lapar dalam tekad yang syari
Robbi...
mengapa tak kau lahirkan aku pada kala itu
suatu kala dimana iman laksana untaian mutira
yang sinarnya tertutup oleh lumpur kaum kufar durjana
Robbi...
dalam keriuhan zamanku
izinkan aku laksana mereka
Pawewet
emplasmnent BBNM di Hari pertama tahun 1431 H
===========================================================================
MUHASABAH
untaian sesal terlontar
kala menit berganti, setiap detiknya menotok hati
setiap detik seakan berkata apa yang telah kau perbuat
padahal nikmat begitu banyak kau kecap
mengharu biru, sesak, gumpalan umpatan, makian berjejal
merangsek penuhi setiap ruang jiwa
cukupkah bekal
penuhkah dosa,alfa, dan khilaf...
wahai diri
apaguna air bening menitis saat ini
padahal kemarin derai tawa slalu membahana
apaguna isakan, tergugu, segugu-gugunya pada malam ini
padahal kemarin pongah, sombong, dan angkuh pada kebenaran
Robbi,...
dalam malam pergantian tahunMU...
hanya harap yang dapat terucap
jadikan tahun ini lebih baik dari tahun lalu
Pawewet
1 Muharam 1431 H emplastment BBNM, ditemani jutaan makhluq Allah yang berdzikir
======================================================================
Tekad
Bulat
tanpa cacat
tinggalkan
campakan
usir ia dari hidupku
dulu
nafsu slalu membelenggu
dzikir tak pernah terukir
tobat tak juga mendekat
namun kini
tekad
bulat
tanpa cacat
harus datangkan
tumbuhkan
pelihara ia dalam hidupku
kini
bebaskan jiwa dari belenggu nafsu
ukir dzikir deengan ukiran terindah
Songsong tobat dengan segala kesakralannya
Rabbi..
syukurku padaMU
pergantian malam ditahun ini...
menyadarkanku akan makna seutuhnya hidup ini..
pawewet
dimalam pergantian TahunMU....
Untai rona hijriah 1431 H
Posted in
kumpulan puisiku
Diposkan oleh
Pawewet
on Kamis, 17 Desember 2009
di
12/17/2009 11:51:00 PM
Hari ini Pawewet dapat pelajaran berharga
Posted in
Pengalaman Pawewet
Diposkan oleh
Pawewet
on Rabu, 09 Desember 2009
di
12/09/2009 07:40:00 AM
Kali ini Pawewet ingin berbagi pengalaman, mungkin ada manfaatnya untuk sahabat para pengunjung SAUNG HIJAU PAWEWET yang budiman
Ceritanya begini:
Hari ini adalah hari yang melelahkan, satu hari penuh dari jam 07.00 WITA (waktu kalimantan Selatan) hingga pukul 06.30 wita malam, berada di luar, ya hari ini pawewet tidak bekerja indor (kantor) tetapi outdor dimana aku harus berjumpa dengan calon mitra kerja, yaitu calon transportir untuk mengangkut TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit dari salah satu supplier TBS pabrik kelapa sawit dimana tempat pawewet kerja. tapi bukan pekerjaannya yang akan pawewet ceritakan tetapi kejadian yang sangat mencekam, yang pawewet alami tadi sore.
Singkat cerita rampung sudah pekerjaan, orang yang harus pawewet temui berhasil ditemui dan missi telah tersampaikan, selanjutnya tinggal menunggu jawaban darinya. cuaca di langit kota Batu Licin sangat terik, dalam perjalanan pulang entah karena memang sudah letih karena terus menerus diatas sepeda motor atau karena haus, melihat orang berjualan cendol/dawet di pinggir jalan hati ini terusik hingga pawewet pinggirkan sepeda motor untuk membelinya.
Pawewet parkir sepeda motor tepat di depan gerobak dawet tadi, kemudian memesan dan meminumnya. setelah selesai maka pawewet bayar, dan bersiap akan pergi. dalam persiapan itu pawewet mundurkan sepeda motor beberapa meter karena memang posisi parkir tepat di depan gerobak dawet, sehingga agak susah untuk maju. beberapa menit pawewet persiapan untuk berangkat, memasang sarung tangan, memasang masker dan juga helm tak lupa headset dari handphone untuk mendengarkan lantunan nasyid yang menjadi kebiasaan pawewet dalam perlanan bersepeda motor. dan posisiku sudah menunggangi sepeda motor sambil memasang semua itu.
Belum selesai semua itu terpasang mendadak dari kejauhan pawewet melihat seorang pemuda mengendari sepeda motor, menuju tepat kearah pawewet, kecepatanya sangat tinggi, hingga dalam waktu hitungan detik saja sudah tepat berada didepan pawewet,..pawewet tergagap tak sanggup menghindar, hanya mulut yang berteriak ALLAHU AKBAR,..., pasrah sangat pasrah...
masih dalam selisih berapa per detik pawewet merasakan ban depan sepeda motor pawewet seperti terantuk benda sangat keras, motor pawewet hanya sempat oleng sedikit, karena tangan ini masih dapat mempertahankan posisi setang. dan selanjutnya...terdengar suara BRRRUUUAK,...masih dalam keterpanaan karena kejadian begitu cepat pawewet menyaksikan setelah menyenggol ban depan motor pawewet, motor tersebut berbelok hingga menabrak gerobak dawet itu,...
Allhu Akbar kusaksikan siIbu penjual dawet tertindih gerobaknya, sedang kondisi gerobaknya sudah tidak berbentuk hancur dan patah-patah, dan lebih mengenaskan adalah kondisi sipemuda pengendara sepeda motor terkapar tepat didepan pawewet,..dengan posisi tertelungkup dengan wajah mencium aspal, dan pawewet masih terpaku diatas sepeda motor pawewet..dengan padangan nanar tak percaya...
selang beberapa menit baru berdatangan orang-orang, dan menolong sang Ibu, semantara sang pemuda masih saja terkapar,maka pawewet turun dari sepeda motor dan mencoba untuk menggotongnya,..tak tega hati ini melihat wajah berlumur darah itu,...tak kuat juga pawewet menggotong hingga dapat bantuan seorang pemuda maka kami gotong berdua dan kami tidurkan di kursi tak jauh dari lokasi itu. pawewet tak tahu kelanjutan kondisi pemuda itu karena setelah itu datang polisi dan petugas RS...yang menanganinya.
Pengunjung SAUNG HIJAU PAWEWET yang berbahagia, kejadian itu beberapa jam yang lalu, masih jelas tergambar dalam ingatan pawewet hingga detik ini, saat memposting tulisan ini... rasa itu juga belum hilang takut,..cemas,..kaget bercampur jadi satu,...ada satu rasa yang juga timbul yaitu rasa syukur karena hingga saat ini pawewet masih sehat dan dapat berkumpul dengan Istri dan anak-anak tercinta.
Allhu Akbar Maha Besar Allah, dan Maha Suci Allah yang mengatur segala kejadian di muka bumi ini,..timbul berbagai rasa yang sangat mendalam karena motor tersebut menabrak gerobak pada tepat pada posisi pertama parkir sepeda motor pawewet,...andai saja tidak pawewet mundurkan beberapa meter maka sepeda motor pawewet dan mungkin juga pawewet akan tertabrak lebih dahulu...
ada rasa syukur karena pawewet selamat, rasa cemas dan khawatir, apakah pawewet sudah siap jika saat itu pawewet diambil oleh Sang Pencipta,..Allah SWT,..perlahan menitis air mata ini...sudahkan cukupkah amal baiku, akhlaqku,..ibadahku jika pawewet dipanggil olehNYA tadi..??
Rabbi apakah engkau menunjukkan kejadian itu..untuk peringatan akan diri ini yang masih saja jauh dariMU...sudah cukupkah rasa kasih sayang pawewet untuk keluarga, istri,..anak-anak,.. sudah cukupkah bakti pawewet untuk orang tua...mertua...
ya satu pelajaran besar dan berharga telah pawewet dapatkan,...Maut akan datang kapanpun apakah siap, atau tidak,..dan ia tidak peduli akan hal itu, tinggal kita memanage kehidupan ini untuk mempersiapankan kedatanganya. pelajaran selanjutnya adalah musibah datang tak kenal waktu,..mungkin pemuda itu tidak akan menyangka bahwa hari itu ia akan menemui hal seperti ini. juga si Ibu penjual dawet, tak akan menyangka hari ini ia akan mengalami kerugian ini,..
lemas badan ini tuk melanjutkan perjalan pulang kerumah,.. namun pawewet paksakan mengendarai sepedamotor dengan sangat perlahan sambil hati dan lidah ini terus menerus berzikir padaMU...
sampai dirumah kupeluk anak-anak..Fatan, Yasmin, Qonita,...Allah masih sayang sama Abi.. dan Abi sayang pada kalian...dan pawewet pandangi istri...dengan tatapan berkaca walau dia tak tahu...hingga beberapa menit sebelum pawewet posting tulisan ini, kejadian itu telah pawewet ceritakan padanya...
Wallahu 'alam
Ceritanya begini:
Hari ini adalah hari yang melelahkan, satu hari penuh dari jam 07.00 WITA (waktu kalimantan Selatan) hingga pukul 06.30 wita malam, berada di luar, ya hari ini pawewet tidak bekerja indor (kantor) tetapi outdor dimana aku harus berjumpa dengan calon mitra kerja, yaitu calon transportir untuk mengangkut TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit dari salah satu supplier TBS pabrik kelapa sawit dimana tempat pawewet kerja. tapi bukan pekerjaannya yang akan pawewet ceritakan tetapi kejadian yang sangat mencekam, yang pawewet alami tadi sore.
Singkat cerita rampung sudah pekerjaan, orang yang harus pawewet temui berhasil ditemui dan missi telah tersampaikan, selanjutnya tinggal menunggu jawaban darinya. cuaca di langit kota Batu Licin sangat terik, dalam perjalanan pulang entah karena memang sudah letih karena terus menerus diatas sepeda motor atau karena haus, melihat orang berjualan cendol/dawet di pinggir jalan hati ini terusik hingga pawewet pinggirkan sepeda motor untuk membelinya.
Pawewet parkir sepeda motor tepat di depan gerobak dawet tadi, kemudian memesan dan meminumnya. setelah selesai maka pawewet bayar, dan bersiap akan pergi. dalam persiapan itu pawewet mundurkan sepeda motor beberapa meter karena memang posisi parkir tepat di depan gerobak dawet, sehingga agak susah untuk maju. beberapa menit pawewet persiapan untuk berangkat, memasang sarung tangan, memasang masker dan juga helm tak lupa headset dari handphone untuk mendengarkan lantunan nasyid yang menjadi kebiasaan pawewet dalam perlanan bersepeda motor. dan posisiku sudah menunggangi sepeda motor sambil memasang semua itu.
Belum selesai semua itu terpasang mendadak dari kejauhan pawewet melihat seorang pemuda mengendari sepeda motor, menuju tepat kearah pawewet, kecepatanya sangat tinggi, hingga dalam waktu hitungan detik saja sudah tepat berada didepan pawewet,..pawewet tergagap tak sanggup menghindar, hanya mulut yang berteriak ALLAHU AKBAR,..., pasrah sangat pasrah...
masih dalam selisih berapa per detik pawewet merasakan ban depan sepeda motor pawewet seperti terantuk benda sangat keras, motor pawewet hanya sempat oleng sedikit, karena tangan ini masih dapat mempertahankan posisi setang. dan selanjutnya...terdengar suara BRRRUUUAK,...masih dalam keterpanaan karena kejadian begitu cepat pawewet menyaksikan setelah menyenggol ban depan motor pawewet, motor tersebut berbelok hingga menabrak gerobak dawet itu,...
Allhu Akbar kusaksikan siIbu penjual dawet tertindih gerobaknya, sedang kondisi gerobaknya sudah tidak berbentuk hancur dan patah-patah, dan lebih mengenaskan adalah kondisi sipemuda pengendara sepeda motor terkapar tepat didepan pawewet,..dengan posisi tertelungkup dengan wajah mencium aspal, dan pawewet masih terpaku diatas sepeda motor pawewet..dengan padangan nanar tak percaya...
selang beberapa menit baru berdatangan orang-orang, dan menolong sang Ibu, semantara sang pemuda masih saja terkapar,maka pawewet turun dari sepeda motor dan mencoba untuk menggotongnya,..tak tega hati ini melihat wajah berlumur darah itu,...tak kuat juga pawewet menggotong hingga dapat bantuan seorang pemuda maka kami gotong berdua dan kami tidurkan di kursi tak jauh dari lokasi itu. pawewet tak tahu kelanjutan kondisi pemuda itu karena setelah itu datang polisi dan petugas RS...yang menanganinya.
Pengunjung SAUNG HIJAU PAWEWET yang berbahagia, kejadian itu beberapa jam yang lalu, masih jelas tergambar dalam ingatan pawewet hingga detik ini, saat memposting tulisan ini... rasa itu juga belum hilang takut,..cemas,..kaget bercampur jadi satu,...ada satu rasa yang juga timbul yaitu rasa syukur karena hingga saat ini pawewet masih sehat dan dapat berkumpul dengan Istri dan anak-anak tercinta.
Allhu Akbar Maha Besar Allah, dan Maha Suci Allah yang mengatur segala kejadian di muka bumi ini,..timbul berbagai rasa yang sangat mendalam karena motor tersebut menabrak gerobak pada tepat pada posisi pertama parkir sepeda motor pawewet,...andai saja tidak pawewet mundurkan beberapa meter maka sepeda motor pawewet dan mungkin juga pawewet akan tertabrak lebih dahulu...
ada rasa syukur karena pawewet selamat, rasa cemas dan khawatir, apakah pawewet sudah siap jika saat itu pawewet diambil oleh Sang Pencipta,..Allah SWT,..perlahan menitis air mata ini...sudahkan cukupkah amal baiku, akhlaqku,..ibadahku jika pawewet dipanggil olehNYA tadi..??
Rabbi apakah engkau menunjukkan kejadian itu..untuk peringatan akan diri ini yang masih saja jauh dariMU...sudah cukupkah rasa kasih sayang pawewet untuk keluarga, istri,..anak-anak,.. sudah cukupkah bakti pawewet untuk orang tua...mertua...
ya satu pelajaran besar dan berharga telah pawewet dapatkan,...Maut akan datang kapanpun apakah siap, atau tidak,..dan ia tidak peduli akan hal itu, tinggal kita memanage kehidupan ini untuk mempersiapankan kedatanganya. pelajaran selanjutnya adalah musibah datang tak kenal waktu,..mungkin pemuda itu tidak akan menyangka bahwa hari itu ia akan menemui hal seperti ini. juga si Ibu penjual dawet, tak akan menyangka hari ini ia akan mengalami kerugian ini,..
lemas badan ini tuk melanjutkan perjalan pulang kerumah,.. namun pawewet paksakan mengendarai sepedamotor dengan sangat perlahan sambil hati dan lidah ini terus menerus berzikir padaMU...
sampai dirumah kupeluk anak-anak..Fatan, Yasmin, Qonita,...Allah masih sayang sama Abi.. dan Abi sayang pada kalian...dan pawewet pandangi istri...dengan tatapan berkaca walau dia tak tahu...hingga beberapa menit sebelum pawewet posting tulisan ini, kejadian itu telah pawewet ceritakan padanya...
Wallahu 'alam
Langgan:
Entri (Atom)



